Kodam Jaya, Tigaraksa – jurnalnasional.net||Langit pagi di Kampung Karang Anyar, Desa Karang Anyar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten, terasa cerah dan penuh makna. Warga setempat berkumpul menyaksikan momen bersejarah bagi salah satu tetangga mereka peletakan batu pertama pembangunan rumah hibah milik Ibu Nasiah, yang digagas oleh Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI), Kamis (7/5/2026).
Danramil 09/Mauk, Kapten Inf C. Noya, hadir langsung bersama unsur Tiga Pilar dalam kegiatan sosial bernilai tinggi tersebut. Kehadiran TNI bukan sebatas formalitas melainkan bentuk nyata komitmen aparat teritorial dalam mendukung program kemanusiaan yang langsung menyentuh rakyat kecil.
Kapten Inf C. Noya menegaskan peran aktif Babinsa dan unsur Tiga Pilar dalam mengawal setiap program sosial yang hadir di wilayahnya. “Kehadiran kami di sini bukan sekadar seremonial. Babinsa dan seluruh unsur Tiga Pilar terus memastikan program sosial seperti ini berjalan lancar dan benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan,” tegas Kapten Inf C. Noya dalam sambutannya.

Pernyataan itu bukan sekadar kata-kata. Babinsa setempat telah melakukan pendataan dan pendampingan sejak proses verifikasi penerima manfaat hingga hari pelaksanaan, memastikan bantuan tepat sasaran.
Kopsyah BMI mengalokasikan anggaran sebesar Rp65 juta untuk membangun rumah Ibu Nasiah dari nol. Konstruksi ditargetkan selesai dalam waktu kurang lebih satu bulan, sehingga penerima manfaat dapat segera menempati hunian yang layak dan bermartabat.
Selama ini, Ibu Nasiah hidup dalam kondisi memprihatinkan, dinding yang lapuk, atap yang kerap bocor kala hujan, dan lantai tanah yang dingin. Bagi warga sekitar, kondisi itu sudah lama menjadi keprihatinan bersama.
Camat Kemiri yang turut menyaksikan peletakan batu pertama menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kopsyah BMI dan seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa sinergi antara koperasi, TNI, dan pemerintah daerah adalah formula terbaik dalam menjawab persoalan sosial di akar rumput.
”Ini bukan sekadar membangun rumah. Ini membangun harapan dan harga diri warga. Kami berharap program seperti ini terus berlanjut dan meluas ke desa-desa lain yang membutuhkan,” ujarnya penuh semangat.

Momen paling mengharukan terjadi ketika Ibu Nasiah diberi kesempatan untuk berbicara. Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa syukur yang tak terbendung.
”Saya tidak menyangka bisa punya rumah yang layak. Terima kasih, semoga Allah membalas kebaikan semua yang sudah peduli pada saya,” ucapnya lirih, disambut haru seluruh hadirin.
Kegiatan ini mencerminkan wujud nyata fungsi teritorial TNI, hadir bukan hanya saat konflik, tetapi juga dalam setiap denyut kehidupan sosial masyarakat. Koramil 09/Mauk akan terus memantau perkembangan pembangunan rumah hibah ini hingga selesai dan diserahterimakan kepada Ibu Nasiah.(*)
Neni












