Berita

Polemik Pernyataan Jusuf Kalla, Wakil Ketua TIDAR Tegaskan Semua Agama Ajarkan Kebaikan

6
×

Polemik Pernyataan Jusuf Kalla, Wakil Ketua TIDAR Tegaskan Semua Agama Ajarkan Kebaikan

Sebarkan artikel ini

 

 

Tangerang – jurnalnasional.net||Pernyataan mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla saat berbicara di Universitas Gadjah Mada (UGM) menuai polemik di tengah masyarakat.

Ucapan tersebut dinilai menyinggung ajaran agama Kristen dan memicu beragam reaksi publik.

 

Wakil Ketua Pimpinan Cabang Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Kota Tangerang, Patrick Wangsa Mulya, secara tegas membantah pernyataan tersebut. Ia menilai apa yang disampaikan tidak sesuai dengan ajaran dalam agama Kristen, baik Katolik, Ortodoks, maupun Protestan.

 

“Saya Kristen Katolik sejak lahir, dan memastikan tidak pernah ada ajaran Kristen yang mengajarkan membunuh orang Islam adalah jalan untuk menjadi syahid,” ujar Patrick dalam keterangannya.selasa(14/4/26)

 

Menurutnya, jika benar ajaran Kristen mengandung kekerasan seperti yang dituduhkan, maka agama tersebut tidak akan berkembang dan diterima luas di Indonesia.

 

“Apabila benar agama Kristen sebrutal itu, saya yakin tidak akan ada orang yang mau menjadi Kristen di Indonesia, termasuk saya sendiri,” lanjutnya.

 

Patrick juga mengaku kecewa karena pernyataan tersebut disampaikan oleh tokoh publik yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden RI selama dua periode. Ia menilai, sebagai figur nasional, seharusnya ada kehati-hatian dalam menyampaikan pernyataan yang berkaitan dengan agama.

 

“Saya sangat kecewa pernyataan seperti itu muncul dari seorang mantan Wakil Presiden, di negara yang mengakui keberagaman agama, termasuk Kristen Protestan dan Katolik sebagai agama resmi,” katanya.

 

Ia pun mendorong agar Jusuf Kalla menyampaikan klarifikasi atau permintaan maaf kepada publik. Menurutnya, pernyataan yang keliru terkait agama lain berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan konflik sosial.

 

Lebih lanjut, Patrick mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang dapat memecah belah persatuan. Ia menegaskan bahwa TIDAR menjunjung tinggi nilai kebersamaan dalam keberagaman.

 

“Kami di TIDAR hidup dalam keberagaman. Anggota kami berasal dari berbagai latar belakang agama, suku, dan budaya. Karena itu, penting bagi kita semua untuk tetap menjaga kerukunan dan tidak saling curiga,” ujarnya.

 

Ia juga menambahkan pandangannya mengenai nilai universal dalam setiap agama. “Saya pun meyakini bahwa semua agama pada dasarnya mengajarkan kebaikan, kasih, serta saling menghormati satu sama lain. Tidak ada agama yang membenarkan kekerasan terhadap sesama manusia,” tegasnya.

 

Ia berharap polemik ini tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga toleransi antar umat beragama di Indonesia.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *