Berita

Suara Lantang PAC Kemiri Usai Muscab PKB Kabupaten Tangerang: Desak Perubahan Total Kepemimpinan

15
×

Suara Lantang PAC Kemiri Usai Muscab PKB Kabupaten Tangerang: Desak Perubahan Total Kepemimpinan

Sebarkan artikel ini

 

 

KAB TANGERANG–jurnalnasional.net||Momentum Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tangerang yang digelar pada Jumat (10/4/2026) menjadi panggung bagi kader akar rumput untuk menyuarakan ketidakpuasan.

Usai selesai acara PAC PKB Kecamatan Kemiri secara terbuka mendesak adanya perubahan total dalam nakhoda kepemimpinan DPC PKB Kabupaten Tangerang mendatang.

 

Suasana sempat memanas saat kedatangan Wakil Ketua Umum DPP PKB, Dr. H. Cucun Ahmad Syamsurijal, S.Ag., M.A.P, di lokasi acara. Sejumlah spanduk berisi tuntutan penyegaran kepemimpinan terpampang jelas, menandakan adanya arus keinginan kuat dari tingkat bawah agar PKB tidak lagi dijalankan dengan pola lama.

 

Kritik Pedas Terhadap Kepemimpinan Saat Ini

 

Tokoh PAC Kecamatan Kemiri, Tilah, mengungkapkan bahwa desakan perubahan ini lahir dari rasa kecewa atas gaya kepemimpinan saat ini yang dianggap memutus mata rantai komunikasi dengan kader bawah.

 

“Kami di tingkat PAC dan Ranting merasa dilupakan. Selama ini seolah ada sekat yang tebal. Kami ingin perubahan total karena kami yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di akar rumput merasakan betul minimnya perhatian dari pimpinan saat ini,” tegas Tilah

saat awak media mewancarai dan meminta pendapatnya terkait insiden “keributan” saat jelang Muscab akan di gelar.

 

 

Mandat Perubahan: Modal Usaha dan Kemandirian Kader

 

Bagi Tilah, perubahan total bukan sekadar ganti figur, melainkan perubahan paradigma dalam mengelola organisasi. Ia menekankan beberapa poin krusial yang harus dijalankan oleh Ketua DPC baru:

 

Penyediaan Modal Kerja: PAC harus dibekali akses permodalan agar memiliki kegiatan ekonomi mandiri dan tidak terus-menerus menjadi beban organisasi.

 

Aktivasi Ranting: Menjamin mesin partai di tingkat desa (Ranting) tetap solid melalui perhatian yang konkret, bukan sekadar instruksi saat menjelang pemilu.

 

Kepemimpinan Inklusif: Menghapus budaya “lupa akar rumput” dan menggantinya dengan gaya kepemimpinan yang rajin turun ke bawah.

 

Harapan pada Figur Baru: Harus Berani Berbenah

 

Menutup pernyataannya, Tilah menekankan bahwa kapasitas Ketua DPC ke depan haruslah sosok yang berani melakukan pembersihan dan penataan ulang struktural secara menyeluruh.

 

“Harapan kami sebagai pelaksana di tingkat kecamatan, Ketua DPC terpilih nantinya harus punya keberanian untuk melakukan evaluasi total.

Jangan ada lagi sekat antara elit kabupaten dengan kami di kecamatan. Kami butuh pemimpin yang menganggap PAC sebagai mitra strategis, bukan sekadar alat suara. Jika tidak ada perubahan total, roda organisasi akan sulit berjalan maksimal di tingkat bawah,” pungkasnya.(*)

Neni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *